Trendingmanado.com – DPD PDI-Perjuangan Sulut menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Tiga Pilar PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Kamis (5/11/2026), di salah satu hotel di Minahasa Utara. Rakor dihadiri Ketua DPP Bidang Politik, Puan Maharani.
Rakor diawali dengan doa pembukaan, disusul menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, kemudian mengheningkan cipta, dan acara lainnya sesuai protokoler partai.
Usai pembukaan, Puan Maharani memberikan arahan untuk internail PDI-Perjuangan Sulut. Sekretaris DPD PDI-Perjuangan Sulut Reza Rumambi mengungkapkan, dalam arahan khusus untuk kalangan internal PDI-Perjuangan, Puan Maharani menekankan tiga poin utama yakni konsolidasi organisasi, kepedulian terhadap lingkungan hidup, hingga penguatan peran generasi muda.
“Salah satu perhatian khusus dalam arahan tersebut adalah gerakan kepedulian terhadap lingkungan melalui program pengelolaan sampah berbasis Teba Modern,” katanya.
Program tersebut diarahkan untuk mendorong pengelolaan sampah organik di lingkungan masing-masing kantor partai maupun melalui keterlibatan para anggota legislatif. Sementara itu, sampah anorganik akan disalurkan ke tempat pemrosesan akhir.
“Bagaimana kita merawat Pertiwi, lingkungan hidup, dan ramah terhadap alam. Karena itu, ada program bagi seluruh DPD, DPC, bahkan anggota DPRD untuk membuat tempat pengelolaan sampah yang namanya Teba Modern, khusus sampah organik. Sedangkan sampah anorganik akan dibawa ke tempat pembuangan akhir,” jelas Rumambi saat diwawancarai usai Rakor.
Menurutnya, instruksi tersebut telah diteruskan kepada seluruh Anggota Fraksi PDI Perjuangan di DPRD se-Indonesia. Gerakan ini sekaligus diarahkan untuk mencapai target pencatatan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
Di Sulawesi Utara sendiri, seluruh anggota fraksi telah mendapat penugasan untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai bentuk kontribusi nyata partai terhadap pelestarian lingkungan. “Ini sudah ditugaskan kepada semua fraksi di Sulut untuk melakukan gerakan merawat lingkungan hidup. Salah satunya melalui kebiasaan membuang sampah pada tempatnya dengan memanfaatkan Teba Modern yang kita buat,” ungkapnya.
Selain konsolidasi dan agenda lingkungan, Puan juga menyoroti pentingnya membangun keterlibatan generasi muda dalam kehidupan organisasi dan pergerakan politik partai. Rumambi menyebut, kehadiran sejumlah organisasi kepemudaan sayap partai, seperti Taruna Merah Putih dan Banteng Muda Indonesia, dalam Rakor tersebut menjadi bagian dari penguatan peran anak muda.
“Yang hadir dalam Rakor ini cukup banyak dari Taruna Merah Putih dan Banteng Muda Indonesia. Jadi, isu penggerakan anak-anak muda ini juga menjadi salah satu hal yang disampaikan,” pungkas Rumambi.
Laporan Perkembangan dari Ketua DPD PDI-Perjuangan Sulut Olly Dondokambey SE
Ketua Umum DPD PDI-Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey SE dalam laporannya menjelaskan, saat ini seluruh struktural partai sudah meng-input data, yakni hampir 80 persen inputan data PAC, ranting, sudah masuk di Silon DPP partai. “Tentunya ini atas dukungan dari Ibu Ketua DPR RI yang selalu memperhatikan Provinsi Sulut. Karena sudah berkali-kali, selalu undangan dari Provinsi Sulut, Ibu Ketua Umum, Ibu Ketua DPR RI hadir di sini,” tuturnya.
Kehadiran struktural DPP PDI-Perjuangan di Sulawesi Utara pada hari ini 5 November 2026, menurutnya, merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan tersendiri bagi seluruh keluarga besar PDI Perjuangan Sulawesi Utara. “Terlebih setelah sebelumnya apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Ketua Umum tanggal 24 September yang lalu, konsolidasi bisa berjalan dengan baik dan kesadaran dari para struktural partai yang ada di DPD Provinsi Sulawesi Utara semua turun ke bawah. Semua bekerja dengan baik,” ungkapnya.

Saat ini juga program Dewan Pimpinan Pusat dalam rangka membuat tempat sampah sudah berjalan dengan baik. “Nah mudah-mudahan apa yang kita buat ini mendapatkan satu tanggapan yang positif karena kita mengajak seluruh masyarakat dalam bersih-bersih, bisa kita lakukan dengan baik,” ujarnya.
Kegiatan yang sudah dilakukan PDI-Perjuangan di Provinsi Sulawesi Utara ini, ujar Dondokambey, pertama adalah modernisasi partai dan penguatan konsolidasi organisasi. Konsolidasi internal dan penuntasan pembentukan struktur partai, organisasi partai sampai di tingkat anak ranting.
Kedua, memperkuat partai melalui kerja-kerja kerakyatan. “Kebetulan Provinsi Sulawesi Utara ini kemarin apalagi di Kota Menado satu hari ada 20 titik kebakaran. Tapi karena Pak Wali Kota sama Ketua DPC kerjasama baik jadi walaupun ada asap dan api masyarakat dapat bantuan. Sehingga berdampak sangat positif bagi kader-kader PDI-Perjuangan dan dapat tanggapan positif di seluruh Provinsi Sulawesi Utara. Karena dimana ada bencana, semua turun langsung baik eksekutif maupun legislatif. Sehingga berdampak yang sangat kuat,” tambahnya.
Ketiga, lanjutnya, adalah memperkuat regenerasi dan kadersasi. Jadi sudah banyak anak-anak muda yang ikut dengan PDI-Perjuangan. “Tadi Ibu Puan liat yang Sekretaris Taruna Merah Putih masih sangat muda sudah ikut bersama-sama dengan kita di sini. Regenerasi kepengurusan di DPD juga, di DPC maupun PAC sudah banyak generasi-generasi muda. Dan mudah-mudahan regenerasi muda kita mempunyai semangat seperti apa yang kita lihat selama ini PDI Perjuangan di Provinsi Sulawesi Utara,” tegasnya.
Keempat, memperkuat gerakan turun ke akar rumput. “Di Minahasa Utara program penanaman pohon, pengembangan UMKM sudah jalan semua. Jadi sehingga berdampak yang sangat positif bagi daerah-daerah lain yang untuk mengikuti. Karena di PDI Perjuangan harus ada contoh dulu. Kelima, konsolidasi kita secara struktural bisa berjalan dengan baik, sehingga dampak-dampak gesekan-gesekan di Provinsi Sulawesi Utara tidak ada,” lanjutnya.
Yang agak ‘menyimpang’, ungkap Gubernur Sulut dua periode ini, sudah tidak di sini lagi. “Sudah dikeluarkan. Karena itu petunjuk ibu Ketua Umum harus tegas. Kalau main-main geser, kita tidak paksa-paksa orang datang. Jadi yang sedikit menyimpang ya silahkan pergi, kita enggak usir ya, tapi usir sendiri ya,” sambungnya.
Saat ini, ungkap OD, PDI-Perjuangan Sulut sedang mempersiapkan program-program di tahun 2027 nanti. “Sesuai dengan instruksi dari Dewan Pimpinan Pusat, konsolidasi organisasi yang sudah kita lakukan di 15 kabupaten-kota sudah 100 persen selesai. PAC 171 kecamatan telah terbentuk mencapai 100 persen. Ranting 1.839 desa dan kelurahan sudah terbentuk dan 283 ranting sudah terbentuk anak ranting. Sehingga tinggal sedikit lagi. Aplikasi Banteng Cakra Dewan Pimpinan Pusat sudah hampir 100 persen juga sudah bisa di-update di tingkat Dewan Pimpinan Pusat,” tambahnya.
Untuk kaderisasi, sayap-sayap partai seperti Taruna Merah Putih sudah selesai, begitu juga Banteng Muda Indonesia, Relawan Perjuangan Demokrasi, Baitul Muslimin, Gerakan Nelayan dan Tani Indonesia juga sudah. “Kemarin tanggal 24 September ini, Ketua Umum sudah melantik seluruh sayap partai,” ungkap OD lagi.(***)






