Trendingmanado.com– Penutupan kegiatan IMP Academy Indonesia Timur di Kantor Wali Kota Tomohon pada Rabu (6/5/2026), terasa berbeda. Agenda ini tidak sekadar jadi acara seremonial biasa, tapi langsung dirangkaikan dengan aksi nyata menyentuh masyarakat.
Wali Kota Tomohon, Caroll JA Senduk, bersama Ketua TP-PKK Tomohon, Jeand’arc Senduk-Karundeng, hadir langsung untuk menutup pelatihan kepemimpinan anak muda ini, sekaligus membagikan bantuan sosial bagi masyarakat yang terdampak stunting.
Dalam moment tersebut, sebanyak 15 anak di Kota Tomohon menerima paket bantuan makanan bergizi. Penyerahan dibagikan langsung oleh Wali Kota Caroll, drg. Jeand’arc, bersama para petinggi IMP seperti Koordinator IMP Tino Tandayu, Founder & Advisor Ary M. Wibowo, serta Chairman IMP Founding Member Dr. Bara Siahaan.
Wali Kota Caroll Senduk memberikan apresiasi tinggi atas hadirnya IMP Academy di Tomohon. Menurutnya, kegiatan seperti ini sangat sejalan dengan visi pembangunan Kota Tomohon yang ingin terus maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Bagi Caroll, masa depan daerah ada di tangan anak muda yang tidak cuma pintar di otak, tapi juga punya hati untuk masyarakat. “Ini adalah langkah nyata dalam mempersiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter, kepemimpinan, serta kepedulian sosial yang tinggi,” ujar Wali Kota Caroll dalam sambutannya.
Ia berharap materi, diskusi, dan pengalaman yang didapatkan para peserta selama pelatihan bisa menjadi bekal berharga untuk membentuk pribadi yang berintegritas.
Terkait penanganan stunting, Wali Kota menegaskan, tantangan ini tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendirian, melainkan butuh kolaborasi dari semua pihak, termasuk generasi muda.
Keterlibatan aktif anak muda dalam mengedukasi dan bersosialisasi di tengah masyarakat dinilai bakal menjadi motor penggerak utama dalam mempercepat penurunan angka stunting di Kota Tomohon.
Di akhir acara, Wali Kota Caroll menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh panitia, pengajar, fasilitator, serta peserta yang sudah ikut pelatihan dengan penuh semangat. Ia berharap ilmu yang didapat tidak berhenti di ruang kelas, tapi langsung dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. “Mari kita terus jaga semangat kolaborasi ini, perkuat sinergi demi mewujudkan masyarakat yang cerdas, sehat, dan kuat,” ajaknya menutup kegiatan.(***)






