FORPPAM Dideklarasi, Pelanggan PDAM Kota Tomohon Miliki Wadah Resmi

Trendingmanado.com— Mulai sekarang, masyarakat pelanggan PDAM di Kota Tomohon miliki wadah resmi untuk memperjuangkan hak-haknya. Sebuah wadah perjuangan masyarakat bernama Forum Pelanggan Perumda Air Minum (FORPPAM) Kota Tomohon dideklarasikan pada Jumat (9/5/2026). Forum ini lahir murni sebagai bentuk kepedulian warga untuk mengawal tata kelola Perumda Air Minum Zano Mahawu agar lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

Tidak main-main, pembentukan forum pengawas pelayanan publik ini mengantongi dasar hukum yang kuat, mulai dari UU Pelayanan Publik hingga Perda Kota Tomohon Nomor 2 Tahun 2026. Ketua Umum FORPPAM, Tomas Abraham Pangemanan membongkar sejumlah persoalan klasik yang selama ini mencekik para pelanggan di Kota Bunga namun jarang terselesaikan.

Salah satu yang paling disorot adalah masalah keakuratan meteran air yang berujung pada membengkaknya tagihan warga. “Selama ini pelanggan cenderung dirugikan dengan pelayanan yang tidak profesional. Mulai dari pembayaran rekening dengan meteran yang tidak dikalibrasi, sehingga pembayaran tidak sesuai dengan pemakaian pelanggan. Kami sangat dirugikan,” tegas Om Tommy, panggilan akrabnya.

Bukan cuma soal dompet, urusan kesehatan warga juga diangkat. FORPPAM menyoroti kualitas kebersihan air yang mendadak menurun dan keruh, terutama saat musim hujan tiba. Saking seriusnya memperjuangkan hak warga, FORPPAM menegaskan siap menempuh jalur hukum terkait masalah meteran air ini jika pihak perusahaan tidak segera melakukan perbaikan dan kalibrasi sesuai UU Metrologi Legal.

Selain menjadi jembatan advokasi dan edukasi bagi masyarakat, FORPPAM langsung tancap gas mengawal proses seleksi Direksi Perumda Air Minum Zano Mahawu yang saat ini sedang bergulir. FORPPAM mendesak Panitia Seleksi (Pansel) untuk bekerja profesional, jujur, dan patuh pada aturan PP Nomor 54 Tahun 2017. Mereka meminta agar direksi yang terpilih nanti benar-benar orang yang punya sertifikasi manajemen air minum, kompeten, dan punya integritas tinggi, bukan sekadar titipan.

“Kami memohon kepada Pansel untuk tidak berkompromi. Direksi yang terpilih harus memiliki kompetensi manajerial dan teknis yang teruji demi kepentingan pelanggan,” cetus pimpinan deklarasi FORPPAM.

Acara deklarasi dan penandatanganan berita acara ini turut dikawal oleh sejumlah tokoh dan pemikir di Tomohon, di antaranya Dr Arnold Poli SH, Ir Enos Pontororing, Andrikus Wuwung, dan Judie Turambi. Hadir pula Stevy Edwin Tanor SE Ak MM, yang didapuk menjadi narasumber untuk membedah paradigma baru pengelolaan BUMD lewat resensi buku terbarunya yang berjudul ‘Paradigma Baru BUMD’.

Ke depan, FORPPAM berkomitmen penuh untuk menjadi mitra kritis yang akan berdiri di garis depan demi memastikan pelayanan air bersih di Tomohon benar-benar berkualitas, akuntabel, dan sepenuhnya berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *