Trendingmanado.com— Pemerintah terus memperkuat sinergi dan mengerahkan berbagai sumber daya untuk mencegah serta mengendalikan meluasnya karhutla di tengah kondisi cuaca ekstrem dan ancaman El Niño.
Penegasan ini disampaikan Menko Polkam RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago saat memimpin Rapat Koordinasi Penanganan Peningkatan Eskalasi Kebakaran Hutan dan Lahan, Senin 10 Agustus 2026.
Rapat yang dipimpin oleh dilaksanakan secara hybrid bersama seluruh kepala daerah, termasuk Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE yang tampak hadir Bersama jajaran Forkopimda Provinsi.
Dikatakan Menko Polkam, Pemerintah memperkuat operasi udara dan darat, termasuk mengerahkan sekitar 43 helikopter serta 10-15 pesawat bersayap tetap sesuai kebutuhan di lapangan.
Operasi modifikasi cuaca (OMC) juga terus dioptimalkan dengan memanfaatkan setiap peluang terbentuknya awan hujan. Sementara itu, operasi darat diperkuat melalui penyediaan flexible tank dan sumber air alternatif di wilayah rawan kebakaran.
Menko Polkam memberikan perhatian khusus terhadap enam provinsi dengan tingkat kerawanan karhutla tinggi, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Seluruh unsur diminta menangani karhutla sedini mungkin agar tidak berkembang hingga mencapai kondisi darurat.
Para gubernur juga diminta memperkuat sinergi Forkopimda dan seluruh unsur di wilayahnya untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani secara cepat dan terpadu.
Menurutnya, penanganan karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu instansi, tetapi membutuhkan kerja bersama pemerintah pusat dan daerah, TNI, Polri, kementerian/lembaga, Forkopimda, serta masyarakat.
Menko Polkam juga menegaskan pentingnya penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan yang memenuhi unsur pidana.
Tampak Gubernur Yulius dalam rapat turut didampingi Asisten I, Asisten II, Kadis Kehutanan, Kadis Pertanian, Kepala BPBD, dan Kasat Pol PP.(***)






