Trendingmanado.com— Dalam waktu dekat, Pemprov Sulut segera melakukan rotasi dan pengisian jabatan. Pengisian jabatan yang dilakukan akan menyasar jabatan pengawas, jabatan administrator dan jabatan pimpinan tinggi (JPT) Pratama.
Dijelaskan Pj Sekprov Sulut, Tahlis Galang, mutasi ini mencakup sejumlah jabatan strategis, seperti kepala dinas, kepala badan, kepala biro, kepala bagian, kepala bidang, kepala UPT dan kepala sub bidang/bagian. Hal itu dikatakan Pj. Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Tahlis Galang, saat dikonfirmasi wartawan, Jumat 1 Agustus 2025.
Menurut Pj Sekprov, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Sulut sedang mempersiapkan pelaksanaan rotasi dan pengisian jabatan. “Setelah Pak Gubernur melakukan pembicaraan dengan BKN, maka kemungkinan besar Pemprov akan menerapkan sistim manajemen talenta dalam rekrutmen. Bahkan Pak Gubernur menargetkan Bulan Oktober sudah dilaksanakan manajemen talenta,” ungkapnya.
Pj Sekprov kemudian menjelaskan perbedaan pola manajemen terbuka dengan menggunakan sistim shalter. Jika menggunakan manajemen talenta, tidak ada seleksi terbuka, yang ada hanya assesment. “Eselon 3 dan 2 nantinya akan mengikuti assesment yang dilaksanakan oleh BKN. Hasilnya akan muncul peta kompetensi pejabat. Misalnya, eselon 3 jika dipromosikan ke eselon 2 akan kelihatan cocoknya di dinas A atau B, sehingga begitu terjadi proses mutasi, Pak Gubernur tinggal melihat pemetaan jabatan itu, lebih simpel, efektif dan efisien,” tambah {j Sekprov yang telah memiliki pengalaman tiga kali menjadi Sekda di tiga kabupaten/kota yang berbeda.
Kalau menerapkan shelter, maka akan aa pengeluaran biaya untuk panitia seleksi, waktunya panjang dan kadang-kadang tingkat kompetensi pejabat yang diharapkan itu tidak sesuai dengan jabatan yang diharapkan. “Manajemen talenta sudah memutus mata rantai itu, jadi kemungkinan besar shelter tidak ada lagi di Pemprov, tinggal menggunakan manajemen talenta,” imbuhnya.
Terkait adanya pengisian jabatan kosong eselon 2, akan dilaksanakan job fit. “Setelah ada hasilnya, kemudian dipetakan, eselon dua dipindahkan di posisi mana yang sesuai, dirotasi. Setelah eselon dua dirotasi kemudian masih ada jabatan kosong, itulah yang akan diisi oleh hasil dari manajemen talenta,” pungkasnya.(***)






