Masih Ada Pejabat yang Melawan, Gubernur Yulius Ingatkan Sekdaprov Ajak Kepala OPD Satu Komando

Trendingmanado.com— Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE mengingatkan tugas Sekdaprov Tahlis Galang SIP MM sebagai koordinator seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) yakni dinas, badan dan biro di lingkup Pemprov Sulut.

“Sekretaris Daerah akan menjadi koordinator seluruh kepala-kepala dinas. Maka ajak mereka satu komando. Artinya apa satu komando? Gak ada perintah lain selain Gubernur. Gak ada perintah lain. Hanya mendengarkan Gubernur. Kalau Gubernur belok kanan, belok kanan, Gubernur belok kiri, belok kiri,” kata Gubernur menginstruksikan.

Ia pun mengungkapkan, dalam penilaiannya masih ada kepala dinas, badan, atau biro yang masih melawan. “Jangan melawan! Hari ini masih ada yang melawan. Saya gak mau itu terjadi. Enggak boleh. Nah sekarang, saya sudah punya sekretaris definitif. Ajak ya, kita persuasif, saya mau persuasive,” sambung Gubernur.

Ditegaskan, dalam menjalankan roda pemerintahai di Sulawesi Utara, Gubernur Yulius maupun Wagub Dr Victor Mailangkay SH MH harus professional. “Saya tidak mau dan Pak Victor, aji mumpung. Karena kita Gubernur, mobil gubernur, enggak Kita memang profesional, kita harus sama-sama memikirkan bagaimana Sulawesi utara maju. Masyarakat Sulawesi utara sejahtera. Kita kerja keras dengan keterbatasan kita,” ungkap putra Kakas ini.

Ia pun mengajak jajarannya untuk tetap berinovasi meskipun diperhadapkan dengan efisiensi. “Dengan efisiensi yang saat ini terjadi, bukan kemudian kita menyerah. Tidak. Saat Musrembang, saya minta betul-betul aspirasi masyarakat ditampung. Olah di situ. Supaya apa? Betul-betul anggaran yang ada, termanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat saat ini,” pesannya dengan menambahkan agar jajarannya harus peka, mendengar keluhan, dan harus berani inovasi, tidak boleh pasrah dengan kondisi saat ini.

Diakuinya, saat ini Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kehilangan 1 triliun. “Kalau kita hitung tahun undur dengan anggaran hari ini, kita sebenarnya kehilangan 1 triliun di 2026. Bisa dibayangkan. Kehilangan satu triliun, yang biasanya dia berputar. Ditambah lagi punya kabupaten, itu kurang lebih dua triliun. Belum yang taktikal yang lain. Yang mustinya itu beredar di masyarakat. Dengan keterbatasan anggaran yang ada, Bapak/Ibu, bukan berarti kemudian kita tidak ada pekerjaan,” tegasnya.

Sulut sendiri beruntung karena Pemerintah Pusat  dengan kementerian-kementerian dan lembaganya, mengucurkan dana yang banyak sekali untuk Sulawesi Utara. “Kita harus berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia, memerhatikan Sulawesi Utara pada khususnya. Hampir 90 persen menteri, kepala badan, lembaga di Republik Indonesia hadir di Provinsi Sulawesi Utara kita,” tuturnya.

Ditambahkan Gubernur Yulius, belum satu tahun setengah pemerintahan Gubernur Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Wagub Dr Victor Mailangkay SH MH, tetapi berbondong-bondong dari Pemerintah pusat hadir.

“Wakil Presiden dua kali kemarin. Menteri-menteri ada yang sudah satu kali, ada yang tiga kali, bahkan ada empat lima kali berulang dan kemarin, untuk melihat dan mendengar secara langsung keluhan masyarakat, permohonan permintaan kita kepada pemerintah pusat. Situasi yang bagus ini tentunya menguntungkan bagi kita semua, Bapak, Ibu, Saudara, sekalian. Itu sebabnya Sekdaptov harus kreatif, inovatif, dan responsif untuk dia cepat reaksi. Kita tidak boleh menunggu tahun depan, nunggu uang, nunggu program lain misalnya, tidak. Apa yang hari ini kita punya dengan masyarakat, karena di saat ini kita mengalami proses Musrenbang. Betul-betul Musrenbang ini dimanfaatkan untuk mendengar keinginan pokok-pokok, keinginan masyarakat, himpun disitu,” sambungnya.

Dengan mendengarkan aspirasi mayarakat, lanjutnya, anggaran yang ada bisa disalurkan dengan tepat guna dan langsung menyentuh masyarakat.(pgy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *