Gubernur Sulut Instruksikan Jajaran Perkuat Antisipasi El Nino, Ketahanan Pangan dan Stabilitas Ekonomi

(Foto: ist)

Trendingmanado.com— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memperkuat langkah antisipasi dan mitigasi menghadapi fenomena El Niño yang berpotensi meningkatkan kondisi kering dan berdampak terhadap ketersediaan air, produksi pangan, kesehatan masyarakat, serta stabilitas ekonomi daerah.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Utara, Jemmy Ringkuangan AP MSi mengatakan, langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, SE, untuk memastikan pemerintah hadir dan memberikan solusi atas setiap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Menurut Ringkuangan, Gubernur telah menginstruksikan seluruh jajaran pemerintahan daerah agar tidak sekadar melakukan respons ketika persoalan muncul, tetapi membangun kesiapsiagaan, kecepatan bertindak dan penyelesaian masalah secara konkret, khususnya menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat.

“Bapak Gubernur menegaskan bahwa setiap persoalan kerakyatan harus dicarikan solusi. Pemerintah tidak boleh hadir hanya ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus mampu membaca risiko, bergerak lebih awal dan memastikan masyarakat mendapatkan perlindungan serta pelayanan terbaik. Di tengah kondisi cuaca ekstrem dan ancaman El Niño, seluruh jajaran pemerintah daerah harus bekerja bersama, turun ke lapangan dan memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Ringkuangan.»

 

Pangan dan Air Menjadi Prioritas

Ringkuangan menjelaskan, El Niño tidak boleh dipandang semata-mata sebagai persoalan cuaca, tetapi sebagai risiko multidimensi yang dapat memengaruhi ketahanan pangan, ketersediaan air, kesehatan masyarakat, harga komoditas dan aktivitas ekonomi.

Karena itu, Pemprov Sulut memprioritaskan penguatan ketersediaan air dan pangan melalui pemetaan wilayah rawan kekeringan, optimalisasi sumber air, penguatan jaringan irigasi dan sarana penyediaan air, serta perlindungan terhadap produksi pertanian.

“Kita harus memastikan masyarakat tidak mengalami kesulitan air dan pangan. Antisipasi harus dilakukan dari hulu sampai hilir, mulai dari produksi, ketersediaan stok, distribusi hingga keterjangkauan harga,” jelasnya.»

 

Jaga Stabilitas Harga dan Inflasi

Menurut Ringkuangan, dampak El Niño juga perlu diantisipasi terhadap stabilitas harga. Gangguan produksi dan distribusi dapat menyebabkan pasokan sejumlah komoditas berkurang sehingga memberikan tekanan terhadap inflasi.

Untuk itu, koordinasi antara TPID, perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, instansi vertikal dan pelaku usaha akan terus diperkuat dengan pendekatan early warning system dan early action.

“Kalau kita sudah melihat ada indikasi gangguan produksi atau pasokan, intervensi harus segera dilakukan. Jangan menunggu harga naik baru pemerintah bergerak,” katanya.

 

Lindungi Sektor Produktif dan Masyarakat

Pemprov Sulut juga memberi perhatian terhadap sektor pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan dan UMKM yang menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Ringkuangan, kebijakan mitigasi harus memperhatikan karakteristik setiap wilayah sehingga intervensi pemerintah benar-benar tepat sasaran. “Kita ingin memastikan bahwa di tengah tantangan El Niño, roda perekonomian masyarakat tetap bergerak. Petani tetap berproduksi, nelayan tetap terlindungi, pelaku UMKM tetap beraktivitas dan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujarnya.»

Selain itu, kewaspadaan terhadap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga akan diperkuat, terutama di wilayah yang mengalami kondisi kering berkepanjangan.

 

Efisiensi Anggaran, Maksimalkan Dampak

Dalam kondisi efisiensi anggaran, Ringkuangan menegaskan bahwa pemerintah harus semakin selektif dalam menentukan prioritas.

Program yang berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat, ketahanan pangan, penyediaan air, pengendalian inflasi, kesehatan, penanggulangan bencana dan perlindungan sektor produktif harus mendapat perhatian sesuai kemampuan fiskal daerah dan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Pesan Bapak Gubernur sangat jelas: efisiensi bukan alasan untuk mengurangi kehadiran pemerintah di tengah masyarakat. Justru setiap sumber daya yang kita miliki harus diarahkan untuk menyelesaikan persoalan yang paling dirasakan rakyat,” tegas Ringkuangan.»

Ia menambahkan, seluruh perangkat daerah diminta memperkuat koordinasi, berbagi data dan informasi, serta memastikan setiap persoalan yang muncul dapat segera diidentifikasi dan dicarikan jalan keluarnya.

 

Pemerintah Harus Hadir dan Memberi Solusi

Ringkuangan menegaskan bahwa semangat utama Pemprov Sulut dalam menghadapi El Niño adalah kesiapsiagaan dan keberpihakan kepada masyarakat.

“Kita tidak ingin masyarakat menghadapi persoalan sendirian. Pemerintah harus hadir, mendengar, bergerak dan memberikan solusi. El Niño adalah tantangan yang harus kita kelola bersama agar tidak berkembang menjadi persoalan sosial dan ekonomi yang lebih besar,” pungkasnya.»

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara akan terus memantau perkembangan kondisi cuaca, ketersediaan pangan dan air, pergerakan harga, serta dampaknya terhadap sektor ekonomi masyarakat sebagai dasar dalam menentukan langkah kebijakan berikutnya.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *