Trendingmanado.com – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Sulawesi Utara, Sintya Bojoh, menegaskan, pers memiliki tanggung jawab besar untuk menjaga independensinya dan tidak menjadi alat kepentingan sepihak.
Hal tersebut ditegaskan Sintya saat melantik Arsenius Hut Kamrin Tawi sebagai Ketua Pengurus Kelompok Kerja (Pokja) PWI Kota Manado bersama jajarannya di Aula Kantor Wali Kota Manado, Kamis, 11 Juni 2026.
“Kita bukan corong pemerintah, tetapi juga bukan pihak yang berseberangan. Pers harus menjadi mitra kritis yang menyampaikan kritik secara membangun demi kemajuan daerah,” ujar Sintya tegas.
Soroti Arus Informasi Digital dan Ancaman Hoax
Selain masalah independensi, PWI Sulut juga menyoroti tantangan berat industri media di era digital. Sebagai ibu kota provinsi, Kota Manado dinilai memiliki posisi yang sangat strategis karena setiap dinamika informasinya langsung memengaruhi persepsi publik di Sulawesi Utara.
Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, masyarakat sangat rentan terpapar oleh penyebaran berita bohong (hoaks). Oleh karena itu, Sintya meminta Pokja PWI Manado berdiri di garda terdepan untuk membentengi publik melalui produk jurnalistik yang kredibel.
Untuk menjawab tantangan tersebut, Sintya menitipkan tiga instruksi penting kepada pengurus baru. Yang pertama adalah peningkatan kompetensi. Ia mendorong pengurus untuk menggenjot pelaksanaan Uji Kompetensi Wartawan (UKW) dan pelatihan jurnalistik demi menyaring wartawan yang benar-benar profesional.
Di sisi lain, ia berharap pengurus dan anggota menjaga kekompakan organisasi sebagai fondasi utama sebelum melangkah ke program eksternal.
Selanjutnya, insan pers dalam organisasi PWI agar tetap menjalankan fungsi pengawasan terhadap kebijakan publik tanpa harus kehilangan independensi.
Pembentukan Struktur Pokja Manado
Dalam kesempatan tersebut, Sintya juga meluruskan mengenai struktur keorganisasian PWI di wilayah ibu kota provinsi. Berbeda dengan daerah lain yang membentuk Pengurus Cabang, wilayah ibu kota provinsi memiliki mekanisme khusus.
“Sesuai aturan organisasi PWI yang berlaku, di tingkat ibu kota provinsi tidak dibentuk pengurus cabang, melainkan Kelompok Kerja (Pokja) yang bertanggung jawab langsung kepada PWI Provinsi,” jelasnya.
Sintya mengapresiasi dukungan Pemkot Manado selama ini terhadap insan pers. Ia berharap sinergi yang terbangun ke depan adalah sinergi yang sehat, di mana pemerintah daerah mendukung keterbukaan informasi, dan Pokja PWI Manado konsisten menjaga kualitas jurnalisme demi mengedukasi masyarakat.(***)






