Trendingmanado.com — Salah satu birokrat andal dari daerah Nyiur Melambai, Dr Drs Jackson Fransiscus Ruaw MSi, mengemban kepercayaan baru dan masuk dalam struktur Dewan Pimpinan Nasional Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (DPN IARMI) periode 2025-2030.
Dalam seremoni Pelantikan Pengurus DPN IARMI, Ruaw dipercayakan sebagai Ketua Bidang Usaha, Investasi dan Kemitraan di bawah Departemen Pengembangan Usaha DPN IARMI, yang dipimpin Ketua Departemen Dr Hj Anis Byarwati SAg MSi, dan Wakil Ketua
Drs. Agus Setiaji MSi AAIJ RFA CHF.
Bahkan, Sekretaris DPRD Kabupaten Minahasa Utara ini didapuk sebagai Komandan Kompi Pengurus DPN dan DPP yang dilantik, Sabtu (26/9/2026).
Upacara pelantikan yang digelar di lapangan upacara IPDN Kampus Cilandak Jl Ampera Raya No. 1, Jakarta Selatan, dipimpin
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago, sebagai Inspektur Upacara (Irup).
Dalam bidang yang dipimpinnya, Ruaw dibantu Wakil Ketua Dr Muhammad Fadhil MPd, dan tiga Anggota yakni Fauzi Pardede SSos, Arief Darmawan, dan Sri Rini Latini SE.
Pelantikan dilaksanakan dalam rangkaian kegiatan yang digelar pada 25–27 September 2026, di Jakarta. Selain pelantikan pengurus, dilaksanakan juga
Rapat Kerja Nasional (Rakernas), dan Seminar Nasional Bela Negara.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus peneguhan komitmen IARMI untuk membawa semangat bela negara keluar dari ruang-ruang seremoni menuju pengabdian yang nyata bagi masyarakat, daerah dan bangsa.
Kegiatan nasional ini diikuti delegasi dari 32 Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) IARMI dan ratusan Dewan Pimpinan Kabupaten/Kota, bersama jajaran pengurus DPN, alumni Resimen Mahasiswa, mahasiswa, perguruan tinggi, unsur pemerintah, dunia usaha, organisasi kepemudaan serta mitra strategis IARMI.
Di bawah kepemimpinan Ketua Umum DPN IARMI Prof. Bahrullah Akbar, yang juga Guru Besar IPDN dan Komisaris Bank Syariah Nasional, serta Sekretaris Jenderal DPN IARMI Ir. A. Riza Patria, yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI, kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat organisasi sekaligus memperluas ruang pengabdian alumni Menwa.
BELA NEGARA TIDAK BERHENTI DI LAPANGAN UPACARA
Mengusung tema ‘Bela Negara dan Pengabdian Generasi Muda untuk Indonesia’, Seminar Nasional Bela Negara menjadi salah satu agenda utama rangkaian kegiatan.
Bagi IARMI, bela negara tidak semata-mata dimaknai dalam perspektif pertahanan militer. Bela negara juga hadir melalui pendidikan, pengabdian masyarakat, peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ketahanan sosial dan ekonomi, pelestarian lingkungan, inovasi teknologi serta kontribusi nyata dalam pembangunan nasional.
Perspektif tersebut membawa pembahasan pada satu ruang yang sangat dekat dengan kehidupan rakyat: desa.
Desa bukan hanya tempat tinggal masyarakat, tetapi juga salah satu basis pembangunan nasional yang berhadapan langsung dengan persoalan ketahanan pangan, kemiskinan, pendidikan, kesehatan, lingkungan, digitalisasi, kewirausahaan dan penguatan ekonomi lokal.
Karena itu, IARMI mendorong kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, mahasiswa, dunia usaha, masyarakat dan alumni Menwa agar bela negara tidak berhenti sebagai wacana, melainkan diterjemahkan menjadi program pengabdian yang terukur dan berkelanjutan.
DIHADIRI PARA PEJABAT DAN TOKOH DARI BERBAGAI SEKTOR
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan RI Jenderal TNI (Purn) Djamari Chaniago menjadi Inspektur Upacara sekaligus memberikan pengarahan kepada peserta.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Jenderal Polisi (Purn) Muhammad Tito Karnavian menjadi Keynote Speaker pada Seminar Nasional Bela Negara.
Kehadiran kedua pejabat tersebut memperkuat dimensi kebangsaan dalam agenda IARMI, terutama mengenai ketahanan nasional, pemerintahan, partisipasi masyarakat dan peran generasi muda.
Seminar juga menghadirkan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Brian Yuliarto, Ph.D., Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ir. A. Riza Patria MBA, serta Presiden Direktur PT Astra International Tbk Paulus Bambang Wijanarko sebagai pembicara.
Ketiga unsur tersebut merepresentasikan tiga kekuatan penting dalam pembangunan: kampus dan ilmu pengetahuan, pemerintah dan pembangunan desa, serta dunia usaha dan pemberdayaan masyarakat.
Materi seminar diarahkan pada isu bela negara di tengah perubahan strategis, desa sebagai basis ketahanan nasional, peran mahasiswa sebagai agen pembangunan, dukungan pemerintah, serta kemitraan dunia usaha dalam pemberdayaan masyarakat.
RAKERNAS: KONSOLIDASI YANG HARUS BERUJUNG PADA AKSI
Rakernas IARMI menjadi ruang konsolidasi sekaligus forum untuk merumuskan arah program organisasi periode kepengurusan 2025–2030.
Salah satu gagasan yang didorong adalah ‘IARMI Mengabdi untuk Desa’, sebagai model pengabdian yang mempertemukan kapasitas alumni Menwa dengan mahasiswa, pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha dan masyarakat.
Program tersebut diarahkan untuk mengembangkan pengabdian berbasis pengetahuan, teknologi, kewirausahaan dan pemberdayaan masyarakat.
Seminar dan Rakernas juga ditargetkan menghasilkan Deklarasi Bela Negara Generasi Muda IARMI, rekomendasi nasional, model kolaborasi Mahasiswa, Pemerintah, dunia usaha, IARMI, rekomendasi program pengabdian serta rancangan pilot project ‘IARMI Mengabdi untuk Desa’.
Dengan demikian, pelantikan bukan sekadar pengukuhan jabatan. Rakernas bukan sekadar agenda rutin organisasi. Dan seminar bukan sekadar panggung untuk bertukar kata.
Sebab pertanyaan paling penting justru muncul setelah mikrofon dimatikan dan kursi-kursi forum dikosongkan: apa yang kemudian kita kerjakan untuk negeri?
Di situlah makna bela negara diuji.
Bela negara bukan hanya tentang berdiri tegap ketika upacara. Ia juga tentang kesediaan berdiri bersama masyarakat ketika mereka membutuhkan pengetahuan, tenaga, kepemimpinan dan pengabdian.
DARI WIDYA CASTRENA DHARMA SIDDHA MENUJU PENGABDIAN
Bagi alumni Resimen Mahasiswa, pengabdian bukan nilai yang baru ditemukan hari ini. Ia memiliki akar pada semangat Widya Castrena Dharma Siddha, pengabdian melalui ilmu dan kemampuan yang dimiliki.
Karena itu, tantangan IARMI ke depan bukan sekadar menjaga romantisme masa lalu, tetapi memastikan pengalaman, disiplin, kepemimpinan dan jejaring alumni Menwa tetap relevan menjawab persoalan masyarakat hari ini.
Rangkaian kegiatan pada 25–27 September 2026 diharapkan menjadi titik temu antara pengalaman masa lalu, kebutuhan hari ini dan tanggung jawab terhadap masa depan.
Sebab organisasi yang hanya pandai mengingat sejarah akan menjadi museum. Tetapi organisasi yang mampu menjadikan sejarah sebagai tenaga untuk bekerja, akan tetap hidup dan dibutuhkan zaman.
Melalui konsolidasi nasional ini, IARMI menegaskan arah pengabdiannya: dari organisasi menuju aksi, dari gagasan menuju program, dan dari bela negara sebagai kon
sep menuju pengabdian yang dapat dirasakan masyarakat.(***)






