Kunjungan Wisman ke Sulut Meroket 161 Persen, Didominasi Korea Selatan

Trendingmanado.com – Industri pariwisata di Sulawesi Utara terus menunjukkan tren positif yang signifikan pada kuartal pertama tahun 2026. Data terbaru menunjukkan, jumlah kunjungan Wisatawan Mancanegara (Wisman) pada Maret 2026 melesat tajam secara year-on-year (yoy).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut menyebutkan, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, terjadi kenaikan sebesar 161,33 persen.  Tercatat sebanyak 11.517 kunjungan wisman masuk ke Sulut sepanjang Maret 2026. Angka ini meningkat drastis jika dibandingkan Maret 2025 yang hanya mencatatkan 3.499 kunjungan.

Tren pertumbuhan ini juga terlihat secara bulanan (month-to-month), di mana terdapat kenaikan sebesar 25,31 persen dibandingkan Februari 2026 yang berjumlah 9.191 kunjungan.

Korea Selatan dan Tiongkok Mendominasi

Turis asal Asia Timur masih menjadi motor utama kedatangan internasional. Wisman asal Korea Selatan menempati posisi teratas dengan kontribusi sebesar 36,24 persen. Posisi kedua disusul oleh wisatawan dari Tiongkok sebesar 35,37 persen.

Selain Asia, minat wisatawan dari negara-negara Barat juga menunjukkan angka yang stabil. Wisatawan dari Australia mencatat angka 7,93 persen, kemudian Inggris 6,02 persen, dan Amerika Serikat 5,19 persen.

Okupansi Hotel dan Gairah Wisatawan Lokal

Peningkatan kunjungan ini berdampak langsung pada sektor perhotelan. Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel klasifikasi bintang pada Maret 2026 mencapai 43,28 persen, atau naik sebesar 9,82 poin secara y-on-y.

Tidak hanya wisman, aktivitas perjalanan domestik juga menunjukkan geliat yang kuat. Wisatawan Nusantara (Wisnu) mencatat 1.295.077 perjalanan, naik signifikan 35,66 persen (y-on-y).

Ini tak lepas dari kinerja pemerintahan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE, yang mendorong pertumbuhan pariwisata Sulut. Gubernur Yulius bahkan memperbaiki sarana prasarana wisata yang sebelumnya terabaikan, seperti di kawasan Bukit Kasih hingga Sumaru Endo.

Pertumbuhan yang mencapai 161,33 persen ini merupakan indikator kuat bahwa kepercayaan wisatawan internasional terhadap destinasi Indonesia semakin pulih dan kokoh.(***/pgy)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *