Sulut Sejajar dengan Daerah Berprestasi di PON, Stafsus Fiko Onga Ungkap Target Gubernur Yulius Majukan Olahraga Sulut

Trendingmanado.com— Niat mulia Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dalam upaya memajukan sektor olahraga sebagai bagian dari strategi peningkatan daya saing daerah terus ditegaskan dalam berbagai kesempatan.

“Pak Gubernur ingin Sulawesi Utara ke depan bisa berbicara banyak di tingkat nasional bahkan internasional. Targetnya jelas, kita bisa berdiri sejajar dengan daerah-daerah berprestasi di Pekan Olahraga Nasional,” ujar Staf Khusus Gubernur, Dr Fiko Onga SIP MSi, saat ‘Ngopi Bareng’ JIPS dan Panitia Liga 4 Piala Gubernur Sulut, Kamis 23 April 2026.

Dalam forum tersebut, Fiko Onga membeberkan bahwa olahraga masuk dalam misi keempat dari delapan misi pembangunan daerah, yakni peningkatan daya saing.

Ia menegaskan, daya saing tidak hanya dimaknai dari aspek ekonomi dan sumber daya manusia semata, tetapi juga mencakup prestasi olahraga.

Dijelaskannya, implementasi visi tersebut mulai terlihat sejak tahun pertama kepemimpinan melalui pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2025 yang dinilai lebih profesional.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulut Audy Pangemanan didampingi Kasubbag Umum Dispora Sulut Alan Mandey, Koordinator JIPS Ronald Rompas, serta dimoderatori Sekretaris JIPS Rahman Ismail bersama anggota JIPS.

Selain itu, lanjutnya, Sulawesi Utara juga dipersiapkan menjadi tuan rumah ajang PON Bela Diri. “Dalam sektor sepak bola, pemerintah daerah melalui kerja sama dengan PSSI Sulawesi Utara menjalankan sejumlah terobosan,” katanya.

Fiko mengungkapkan, Gubernur Yulius Selvanus memberikan tiga mandat utama, menjamin kompetisi yang fair tanpa praktik titipan, menghapus beban biaya pendaftaran bagi atlet dan tim, serta memastikan kesejahteraan perangkat pertandingan tanpa potongan.

“Pembayaran honor wasit dan perangkat pertandingan dilakukan langsung ke rekening masing-masing tanpa pemotongan. Ini untuk memastikan mereka dihargai secara profesional,” katanya.

Tak hanya itu, reformasi juga dilakukan dalam proses seleksi perangkat pertandingan, termasuk penerapan tes kebugaran (fitness test) yang ketat dan sistem karantina guna menjaga netralitas selama kompetisi berlangsung.

Fiko juga menyoroti pentingnya pembangunan sumber daya manusia di sektor olahraga. Ia mencontohkan kasus atlet MMA asal Kotamobagu, Windri Patilima, yang terpaksa membela daerah lain di PON karena minimnya dukungan dari daerah asal.

“Pak Gubernur tidak ingin kejadian seperti itu terulang. Atlet harus difasilitasi, minimal dari sisi pembinaan dan perhatian,” tegasnya.

Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, Pemerintah Provinsi tetap berupaya melakukan pembenahan sarana olahraga secara bertahap, termasuk stadion dan gelanggang olahraga.

Fiko menilai, perhatian menyeluruh Gubernur Yulius terhadap berbagai cabang olahraga menjadi bukti keseriusan dalam membangun ekosistem olahraga yang kompetitif.

Bahkan, ia menyebut sosok Yulius Selvanus layak disematkan sebagai ‘Bapak Olahraga’ di Sulawesi Utara. “Beliau memahami hampir semua cabang olahraga, dari renang, atletik, hingga catur. Ini bukan sekadar konsep, tapi benar-benar dijalankan,” ujarnya.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara optimistis sektor olahraga dapat menjadi salah satu kekuatan utama dalam meningkatkan daya saing daerah di tingkat nasional maupun internasional.(***)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *