Trendingmanado.com— Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sulut Mayjen TNI (Purn) Yulius Selvanus SE dan Dr J Victor Mailangkay SH MH, gerak cepat dalam merespons dinamika yang terjadi di masyarakat terkait kelangkaan LPG 3 Kg.
Pemprov Sulut menegaskan komitmennya untuk mengawasi secara ketat distribusi LPG 3 Kg di seluruh wilayah Sulawesi Utara, untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan masyarakat.

Kelangkaan LPG 3 Kg disinyalir lebih disebabkan oleh persoalan distribusi dan pengawasan, bukan karena keterbatasan stok.
Gubernur Sulut melalui Asisten 2 Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Jemmy Ringkuangan AP MSi menegaskan, pemerintah tidak akan mentolerir adanya praktik penimbunan maupun penyimpangan distribusi gas bersubsidi.
“LPG 3 Kg adalah hak masyarakat kecil. Distribusinya harus tepat sasaran dan bebas dari praktik-praktik yang merugikan rakyat,” tegasnya.
Pemprov akan memperkuat pengawasan melalui koordinasi lintas sektor bersama aparat penegak hukum dan pihak terkait.
“Pengawasan diperketat, distribusi ditertibkan, dan setiap pelanggaran akan ditindak tegas tanpa kompromi,” ujarnya.
Pemprov Sulut juga terus berkoordinasi dengan pihak Pertamina dan pemerintah kabupaten/kota untuk menjaga kelancaran distribusi serta mencegah terjadinya distorsi pasar di tingkat bawah.
Masyarakat diimbau untuk membeli LPG 3 Kg di pangkalan resmi, serta menggunakan LPG non-subsidi bagi yang mampu, untuk menjaga keberlanjutan program subsidi pemerintah.(***)







